Merayakan Luka, Mahasiswa UNJA Lakukan Aksi Tabur Bunga, Melvi : Selamat Jalan Kekasih

- 25 Juni 2020, 20:29 WIB
Aksi Tabur Bunga Mahasiswa Universitas Jambi, Kamis 25 Juni 2020

FIXJAMBI.COM Baru-baru ini Universitas Jambi dikejutkan oleh kabar tak sedap yang membuat hati para mahasiswa mak tratap. Pasalnya, Rektor telah memutuskan untuk melakukan penggabungan Fakultas yang belum OTK dengan Fakultas yang telah OTK. Hal ini membuat sejumlah mahasiswa melakukan Aksi Tabur Bunga.

Kabar tak sedap ini mendapat berbagai macam tanggapan dari mahasiswa yang terdampak. Segala upaya untuk mempertahankan Fakultas masing-masing telah gugur dengan adanya peresmian penggabungan fakultas oleh Rektor Universitas Jambi pada Selasa, 16 Juni 2020 lalu.

Aksi Tabur Bunga ini merupakan aksi menolak lupa akan duka yang mendalam yang dirasakan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) atas gugurnya fakultas mereka akibat merger Fakultas yang dinilai tidak transparan dalam proses pelaksanaannya. Aksi ini diikuti oleh sejumlah mahasiswa dari berbagai program studi yang ada di FIB. Aksi dimulai pukul 11.00 WIB sampai dengan selesai dengan rangkaian kegiatan drama tetrikal bisu, dan aksi tabur bunga di sepanjang jalanan FIB pada Kamis, 25 Juni 2020.

Baca Juga : Perubahan UTBK di Tahun 2020, Ingat dan Catat Empat Poinnya

“Sebagai bentuk pengabdian terakhir dan semacam merelakan kepergian seorang kekasih. Aksi ini dilakukan dengan hati yang penuh luka. Sebab kita semacam di usir dari rumah kita sendiri”. Ungkap Melvidiani mahasiswi Arkeologi semester 8.

Dimas mahasiswa Sastra Indonesia yang merupakan Koordinator lapangan mengatakan, “Kami jelas menolak secara lahir batin dengan adanya keputusan ini. Saya lihat jajaran dekanat juga tidak ada menyampaikan sepatah dua patah kata terkat merger fakultas ini. Minimal menyampaikan permohonan maaf atas hal sedih yang menimpa ini. Namun mereka terkesan acuh dan enjoi saja melihat ini”.

Terpilihnya Rektor Universitas Jambi yang baru ini, memang dinilai penuh kejutan bagi mahasiswa. Selanjutnya, mahasiswa harus lebih siap dalam menerima kejutan-kejutan baru dari rektor.

“Sampai kapan Fakultas ini akan dimerger? Kabarnya akan kembali tapi ntah kapan. Jangan sampai kita dibohongi untuk kesekian kalinya. Meski nanti kita sudah berpindah ke rumah yang baru (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), jangan sampai meninggalkan dan menanggalkan jati diri kita sebagai anak ilmu Budaya.” tambah Alumni Sastra Indonesia di akhir orasi.*** (Dewi Pratiwi Sukma).

Editor: Rizki Saputra


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X