Usai Ditinggal Muhammadiyah dan NU, Mas Menteri Minta Maaf dan Berharap Agar Kembali Lagi ke Barisan

- 28 Juli 2020, 21:15 WIB
Menteri Pendidikan RI, Nadiem Makarim /

FIXJAMBI.COM – Mas Menteri, sapaan akrab menteri Nadiem selaku Mendikbud RI menyampaikan permintaan maaf lewat kanal Youtube Kemendibud RI terkait mundurnya NU, Muhammadiyah, dan PGRI dari Program Organisasi Penggerak (POP).

Dalam siaran persnya, Mas Menteri mengatakan bahwa Organisasi Muhammadiyah, NU, dan PGRI telah berjasa begitu besar bagi dunia pendidikan, bahkan jauh sebelum negara ini berdiri.

“Dengan penuh rendah hati, saya memohon maaf atas segala keresahan yang timbul dan saya berharap agar tokoh pimpinan NU, Muhammadiyah, dan PGRI bersedia untuk terus memberikan bimbingan dalam proses pelaksanaan program yang kami sadari betul masih belum sempurna. Tanpa dukungan dan partisipasi semua pihak, mimpi kita bersama untuk menciptakan pendidikan berkualitas untuk pendidikan bangsa, akan sulit tercapai. Kami di kemendikbud siap mendengar siap belajar,” tutur Mas Menteri dalam siaran Pers Sselasa, 28 Juli 2020.

Baca Juga: Hengkang Dari Jubir Covid-19, Ini Sosok Pengganti Achmad Yurianto

Dalam siaran pers tersebut Mas Menteri juga memastikan bahwa Putera Sampoerna Foundation tidak akan mendapat kucuran dana Anggaran Perencanaan Belanja Negara (APBN), melainkan akan menggunakan dana mandiri.

“Berdasarkan masukan berbagai pihak, kemendikbud telah menyepakati dengan Tanoto Foundation dan  Putera Sampoerna Foundation bahwa partisipasi mereka dalam kemendikbud tidak akan menggunakan dana dari APBN sepeserpun. Mereka akan mendanai sendiri aktivitas programnya tanpa anggaran dari pemerintah. Harapan kami ini akan menjawab kecemsan masyarakat mengenai potensi konflik kepentingan dan isu kelayakan hibah sekarang dapat dialihkan kepada organisasi yang lebih membutuhkan,” imbuhnya.

Baca Juga: Tragis! Suami Nekat Bunuh Istri Sendiri Saat Sedang Mabuk, ini Kronologisnya

Meski begitu, kemendikbud tetap akan meminta laporan pengukuran keberhasilan program dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Mitra yang tidak mendapat kucuran dana tersebut tidak wajib mematuhi semua persyaratan pelaporan keuangan yang sama yang diperlukan untuk bantuan pemerintah dan tetap diakui di POP.

“Sekali lagi, saya sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah yang telah memberikan perhatian besar terhadap program ini. Kami yakin penguatan gotong royong membangun pendidikan ini dapat mempercepat informasi pendidikan nasional yang diharapkan kita semua,” tandasnya. ***

Editor: Rizki Saputra


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X