Meski Mendikbud Telah Minta Maaf, Muhammadiyah Tetap Konsisten Pada Keputusannya

- 30 Juli 2020, 09:08 WIB
Wakil ketua majelis dikdasmen pimpinan pusat Muhammadiyah : Kasiyarno //uad.ac.id

FIXJAMBI.COM – Menteri Nadiem telah melakukan klarifikasi dan meminta maaf perkara Program Organisasi Penggerak (POP) kepada 3 organisasi yang menyatakan mundur yakni NU, Muhammadiyah, dan PGRI. Hali in mendapat tanggapan dari Wakil ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kasiyarno.

Kasiyarno memberi apresiasi kepada Nadiem Makarim atas sikapnya yang berani mengakui dan menyadari kesalahannya.

“Kami terimakasih kepada Menteri mau mengucapkan perasaan minta maaf kepada tiga organisasi yang terkait Program Organisasi Penggerak (POP), Nu, Muhammadiyah, dan PGRI ya. Sikap yang baik karena telah menyadari ada kesalahan,” tutur Kasiyarno pada Rabu, 29 Juli 2020.

Baca Juga: 2020 Langgar Lalu Lintas, Pesepeda Siap-siap Ditilang

Baca Juga: Usai Ditinggal Muhammadiyah dan NU, Mas Menteri Minta Maaf dan Berharap Agar Kembali Lagi ke Barisan

Kendati demikian, Kasiyarno menegaskan bahwa mengenai permintaan Mendikbud agar Muhammadiyah kembali masuk ke dalam program pelatihan guru dan kepala sekolah tersebut sulit diterima. Sebab, Muhammadiyah sendiri telah memiliki program pelatihan yang sama dengan POP dan menggunakan sumber dana mandiri.

“Tawaran dari menteri untuk kita kembali tampaknya agak sulit kita terima. Karena Muhammadiyah telah memutusukan mundur dari POP. Kalau Muhammadiyah sendiri sudah lama membikin pelatihan kepemimpinan, pelatihan karakter guru, kompetensi guru, sudah punya kita,” tegas Mantan rektor Universitas Ahmad Dahlan itu.

Mengenai POP yang digagas oleh Mendikbud memang dinilai tidak merakyat dan cenderung memicu konflik. Mungkin sebaiknya Mendikbud lebih berhati-hati lagi dalam mengambil kebijakan agar tidak menimbulkan konflik di tengah kondisi yang tidak bersahabat ini. ***

Editor: Rizki Saputra


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X