Tanggapi Permintaan Maaf Mendikbud, Sekjen PBNU Sarankan Agar POP Dibatalkan untuk Ditata Ulang

- 30 Juli 2020, 09:15 WIB
Helmy Faishal Zaini, Sekjen PBNU //doc : net

FIXJAMBI.COM – Selain Muhammadiyah, Sekjen PBNU juga turut menanggapi Mendikbud perkara Program Organisasi Penggerak (POP) yang digagas oleh Nadiem Makarim yang dinilai kurang mateng dan memicu konflik.

Melalui akun twitter pribadinya, Helmy Faishal Zaini, selaku sekjen PBNU memberikan saran terhadap POP yang sedang panas tersebut. Ia menyarankan agar POP dibatalkan dan ditata ulang dikemudian hari.

“Tentang POP (Program Organisasi Penggerak), sebaiknya dibatalkan untuk kemudian ditata ulang. Upaya pencerdasan kehidupan masyarakat telah dilakukan oleh Nahdlatul Ulama jauh sebelum republik ini berdiri, dengan swadaya & kemandirian yang tumbuh dari kalangan kiyai & santri,” tulis Sekjen PBNU dalam cuitannya di akun twitter @Helmy_Faishal_Z pada Rabu, 29 Juli 2020.

Baca Juga: Tragis! Suami Nekat Bunuh Istri Sendiri Saat Sedang Mabuk, ini Kronologisnya

Baca Juga: Usai Ditinggal Muhammadiyah dan NU, Mas Menteri Minta Maaf dan Berharap Agar Kembali Lagi ke Barisan

Sebelum konflik bertambah luas, sebaiknya pemerintah segera mengambil langkah untuk meredam konflik yang kian panas ini.  

Meski telah melakukan klarifikasi dan menjelaskan terkait kucuran dana yang tidak akan diterima oleh Tanoto Foundation dan Putera Sampoerna Foundation, sepertinya dua ormas islam terbesar ini akan sulit untuk kembali bergabung ke dalam POP.

Upaya permintaan maaf Mendikbud hanya mendapat apresiasi dan sabutan baik namun belum tentu kedua ormas tersebut akan kembali lagi bergabung. Justru salah satu diantaranya meminta untuk dibatalkan untuk ditata ulang di kemudian hari. Namun belum ada tanggapan dari PGRI terkait hal ini. ***

Editor: Rizki Saputra


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X