Divonis 7 Tahun Penjara, Imam Nahrawi Kekeuh Ngaku Tak Terima Suap

- 30 Juni 2020, 08:59 WIB
TERSANGKA mantan Menpora Imam Nahrawi (kanan) meninggalkan ruangan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 19 Desember 2019. Imam Nahrawi menjalani pemeriksaan sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap dana hibah dari pemerintah untuk KONI melalui Kemenpora.* ANTARA FOTO

 

FIXINDONESIA.COM - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi bersikukuh tidak menerima suap Rp11,5 miliar dan gratifikasi sebesar Rp18,348 dari pejabat Kemenpora dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Hal tersebut dia ungkapkan usai menjalani sidang vonis pada 29 Juni 2020 di Jakarta. OLeh majelis hakim Imam di vonis bersalah telah melakukan perbuatan melanggar hukum dengan ancaman penjara selama 7 tahun dan denda Rp400 juta subsider 3 bulan kurungan.

Dia mengaku kecewa atas penolakan majelis hakim terhadap nota pembelaannya (pledoinya). Meskipun Imam siap membantu aparat penegak hukum untuk membongkar aliran dana senilai Rp11,5 miliar yang tidak pernah dia terima.

Baca Juga: BPOM Amerika Himbau Warganya Tidak Gunakan 9 Produk Hand Sanitizer Asal Meksiko

"Kami meminta agar yang mulia menindaklanjuti Rp11,5 miliar aliran, karena saya demi Allah demi Rassulullah tidak menerima Rp11,5 miliar itu. Beri kesempatan saya memperdalam dan saya harus beristighfar dan minta pertolongan Allah, kami maafkan JPU, penyelidik, penyidik, pimpinan KPK dan majelis yang mulia untuk jadi pelajaran," ujar Imam dilansir dari Pikiran-Rakyat.com, Senin 29 Juni 2020.

Atas vonis yang dijatuhkan majelis hakim, Imam meminta waktu selama seminggu untuk memikirkannya. Namun dia tetap bersikukuh ingin membongkar aliran dana tersebut.

"Kami akan pikir-pikir dan tentu kami berusaha keras agar Rp11,5 miliar dana KONI ini bisa kita bongkar bersama-sama," katanya.

Baca Juga: Dibalik Rasanya yang Unik, Buah Genit ini Mampu Atasi Insomnia dan Galau

Sementara itu, anggota majelis hakim, Saifuddin Zuhri menyebutkan pada dakwaan pertama Imam disebutkan telah menerima suap senilai Rp11,5 miliar bersama dengan mantan asisten pribadinya Miftahul Ulum. Uang itu berasal dari Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum KONI Johnny E Awuy.

Halaman:

Editor: Basith Patria

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X