Dosen Sastra Unja, Selenggarakan Kemampuan Bahasa Lewat Sosialisasi kepada Guru Sekolah di Muara Sab

- 30 Juni 2020, 14:44 WIB

FIXJAMBI - Dalam rangka melaksanakan kegiatan Tri dharma perguruan tinggi dosen sastra Indonesia, Universitas jambi melakukan kegiatan sosialisasi kebijakan berbahasa kepada guru bahasa dan sastra Indonesia di Aula Kantor Dinas Pendidikan, Muara Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Senin 29 Juni 2020.

Sosialisasi ini merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diketuai oleh Dr.Drs. Ade Kusmana,M.Hum, adapun anggotanya antara lain, Julisah Izar, S.Pd.I.,M.Hum, Ernanda,S.Pd.,M.A.,P.hd dan Anggi Triandana, S.Pd.,.M.A.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Drs.Junaedi Rahmat M.H, yang hadir dalam kegiatan itu mengatakan, kegiatan ini memberikan manfaat yang baik bagi guru-guru yang berada dilingkungan Dinas Pendidikan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur khususnya bagi guru Bahasa dan Sastra Indonesia.

Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang baik dan terus berlangsung dilingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Pada kesempatan, Julisah Izar,S.Pd.I.,M.Hum selaku perwakilan dari anggota menyampaikan, slogan yang dikutipnya yaitu, utamakan bahasa Indonesia lestarikan bahasa daerah dan kuasai bahasa asing.

Ia meminta guru-guru Bahasa dan Sastra Indonesia untuk selalu mengutamakan Bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran didalam kelas. Katanya, penggunaan bahasa daerah dan asing hanyalah sebagai pelengkap penggunaan di dalam kelas.

Selain itu Julisah juga membahas mengenai Peraturan Presiden Nomor 63 tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia yang mana Bahasa Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan bahasa resmi nasional yang digunakan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

"Artinya ada peranan penting untuk selalu menggunakan Bahasa Indonesia khusunya dalam proses pembelajaran di dalam kelas," katanya.

"Tidak hanya itu Dalam Undang-Undang
Nomor 24 Tahun 2009 jelas menegaskan baik bahasa daerah maupun bahasa asing, memegang fungsi pendukung bagi bahasa Indonesia. Sebagai pendukung, bahasa daerah dan bahasa asing dapat digunakan apabila fungsi bahasa Indonesia tidak dapat dijalankan secara efektif," tutupnya.

Halaman:

Editor: Deni Septiawan


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X