Wajib Bawa SIKM Saat Keluar-Masuk Wilayah Jakarta, Begini Cara Buatnya

- 30 Juni 2020, 16:11 WIB
PETUGAS memeriksa Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta terhadap pengendara kendaraan bermotor yang melintas menuju Jakarta di perbatasan wilayah, Depok, Jawa Barat, Rabu (27/5/2020). Pemprov DKI Jakarta memberlakukan kebijakan SIKM Jakarta untuk mencegah potensi gelombang kedua COVID-19 di ibu kota. * ANTARA FOTO


FIXINDONESIA.COM- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap memberlakukan Surat Ijin Keluar-Masuk (SIKM) bagi warga yang akan keluar atau masuk ke wilayah Jakarta, meskipun Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah berakhir.

Dalam Undang Undang ITE Nomor 11 Tahun 2008 dijelaskan, apabila kedapatan melakukan pemalsuan surat, dapat dikenakan hukuman paling lama 12 tahun. Tidak hanya itu, pemalsuan atau pemanipulasian informasi elektronik dan dokumen elektronik dapat juga dijerat pasal 263 KUHP.

Dilansir dari artikel Zona Jakarta berjudul "Mulai 1 Juli Keluar Masuk Jakarta Diperlukan SIKM, Ini Cara Buatnya", Keputusan tersebut diberlakukan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan guna memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi masyarakat dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta terhadap keterpaparan virus SARS-CoV-2.

Baca Juga: Kasus Pembakaran Bendera PDIP

Peraturan tersebut akan mulai diberlakukan pada 1 Juli 2020 mendatang. Seperti diketahui, SIKM memiliki dua jenis, yaitu SIKM bersifat perjalanan berulang dan SIKM bersifat perjalanan sekali.

SIKM Bagi pekerja, diharuskan melengkapi surat keterangan bekerja yang tempat kerjanya berada di luar Jabodetabek (untuk perjalanan berulang), atau surat keterangan memiliki usaha di luar Jabodetabek yang diketahui pejabat berwenang (untuk perjalanan berulang) dan menyertakan foto berwarna serta pindaian KTP.

Sementara itu, bagi warga yang berdomisili non DKI Jakarta, maka wajib menyertakan surat keterangan dari kelurahan atau desa asal, surat pernyataan sehat bermaterai, surat keterangan bekerja di DKI Jakarta dari tempat kerja (untuk perjalanan berulang).

Baca Juga: Pelatih Persib: Latihan Bersama Bakal Menerapkan Protokol Kesehatan Secara Ketat

Selain itu, harus memliki surat tugas dari instansi atau perusahaan tempat bekerja di Jakarta dan surat jaminan bermaterai dari keluarga atau tempat kerja yang berada di Provinsi DKI Jakarta yang diketahui Ketua RT setempat (untuk perjalanan sekali).

Surat keterangan domisili tempat tinggal dari kelurahan di Jakarta untuk pemohon dengan alasan darurat yang disertai dengan Pas foto berwarna dan Pindaian KTP pun mesti di lampirkan.

Halaman:

Editor: Basith Patria

Sumber: Zona Jakarta


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X