Lakukan Diskusi Daring Tentang Desa Gambut, Mendes: Perhatikan Keseimbangan Ekologi

- 1 Juli 2020, 07:55 WIB
Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar

FIXJAMBI.COM - Abdul Halim Iskandar, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) melakukan diskusi daring yang diselenggarakan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) tentang desa gambut yang dipantau di Jakarta pada Selasa, 30 Juni 2020. Pembangunan desa menjadi perbincangan hangat hari ini.

Halim menyampaikan bahwa budaya dan adat istiadat mestilah serta keseimbangan ekologi menjadi tumpuan untuk pembangunan desa.

"Pembangunan desa harus senantiasa bertumpu pada akar budaya dan adat istiadat yang ada. Itu berarti bahwa pembangunan desa pasti akan terus-menerus dan konsisten memperhatikan keseimbangan ekologi," katanya

Sebagaimana dikutip FIXJAMBI.COM dari Antara. Bahwa penegasan beliau mengenai adat istiadat dan budaya Indonesia yang tidak memperhatikan keseimbangan ekologi dan banyak hal di desa memiliki "ilmu titen", yang murni dari pengalaman, penemuan dan pengamatan nenek moyang. Bahkan ini semua menjadi kearifan lokal di Indonesia.

Baca Juga: Masker Wajah Indonesia Disorot Media Asing, Jadi Tren di Tengah Pandemi

Keseimbangan ekologi itu juga akan diwujudkan dalam pembangunan desa yang berada di lahan gambut.

Berdasarkan data yand dihimpun Kemendes PDTT terdapat sekitar 333 desa gambut dari total 74.953 desa.Desa-desa tersebut tersebar di beberapa daerah, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua.

Menurut beliau, tiga di antatara desa yang berada di lahan gambut tersebut sudah menjadi desa mandiri pada tahun 2019 silam.

"Itu artinya kita terus melalukan upaya percepatan pembangunan desa berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM)," kata pria yang akrab disapa Gus Menteri itu.

Masih menurut data Kemendes PDTT per 2019, dari 333 desa yang berada di lahan gambut, tiga di antaranya berstatus mandiri, 27 desa maju, 170 desa berkembang, 124 desa tertinggal, dan 9 desa sangat tertinggal.*** (Jang Rahmat)

Editor: Rizki Saputra

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X