Laut Cina Selatan Kembali Panas, Tiongkok Langgar Perjanjian Tiga Negara

- 4 Juli 2020, 09:13 WIB
//pixabay

FIXJAMBI.COM - Laut China Selatan tampaknya menjadi wilayah sensitif, Amerika Serikat, Vietnam, dan Filipina kembali mengecam Tiongkok.

Tuduhan muncul bahwa Tiongkok yang melakukan paksaan ketika Beijing meluncurkan militer untuk berlatih di bagian wilayah yang disengketakan di Laut China Selatan. Pasalnya, dari Departemen Pertahanan AS yang mengatakan prihatin atas latihan militer yang dilakukan di sekitar Kepulauan Paracel dari 1 hingga 5 Juli 2020.

Setelah Tiongkok menjadwalkan latihan selama lima hari, Klaim Negara Vietnam tumpang tindih dengan Tiongkok atas kepemilikan Pulau Paracels.

Sebagaimana dikutip FIXJAMBI.COM dari pikiran-rakyat.com, Tiongkok menyebut Paracels sebagai Kepulauan Xisha, sedangkan Vietnam menamainya dengan Kepulauan Hoang Sa.

"Latihan militer adalah yang terbaru dalam serangkaian panjang tindakan Republik Rakyat Tiongkok untuk menegaskan klaim maritim yang melanggar hukum dan merugikan tetangga-tetangga Asia Tenggara di Laut Cina Selatan," ujar departemen Pertahanan AS.

Baca Juga: Jalan Peradaban Kuala Tungkal Dalam Catatan Arkeolog

Mereka mengatakan bahwa tindakan Tiongkok berbeda dengan janji yang dinyatakan sebelumnya yang tak akan melakukan tindakan militerisasi di Laut China Selatan.

"Tindakan RRC berbeda dengan janjinya untuk tidak melakukan militerisasi Laut China Selatan dan visi Amerika Serikat tentang kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, dimana semua negara besar dan kecil, aman dalam kedaulatan mereka, bebas dari paksaan, dan mampu mengejar pertumbuhan ekonomi yang konsisten dengan aturan dan norma internasional yang diterima," tuturnya.

Amerika Serikat terus memantau situasi dan meminta Tiongkok untuk mengurangi kegiatan militerisasi dan paksaan kepada para tetangganya di Laut China Selatan.

Pada Kamis, 2 Juli 2020, Armada Pasifik AS mengatakan kapal tempur litoral USS Gabrielle Giffords sedang melakukan operasi rutin di Laut China Selatan.

Halaman:

Editor: Rizki Saputra

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X