Ini Pesan Menohok Sudjiwo Tedjo Untuk Mas Menteri

- 31 Juli 2020, 16:50 WIB
Sudjiwo Tedjo (kiri) Nadiem Makarim (kanan). /TWITTER /

FIXJAMBI.COM – Program Organisasi Penggerak (POP) yang digagas oleh Mendikbud sukses menyita perhatian semua kalangan. Setelah NU, Muhammadiyah dan PGRI menyatakan mundur dari POP, Mendikbud kemudian membuat video klarifikasi dan permintaan maaf kepada 3 organisasi terkait pada selas 28 Juli 2020 lalu.

Hal ini lantas mendapat respon dari sekjen PBNU melalui akun twitternya yang mengatakan bahwa sebaiknya POP dibatalkan untuk ditata ulang di kemudian hari.

Setelah itu, disusul oleh Wakil ketua Majelis dikdasmen pengurus pusat Muhammadiyah yang turut memberikan tanggapan terkait permintaan maaf Mendikbud.

Dalam pernyataannya, pihak Muhammadiyah akan tetap pada keputusannya dan sulit bergabung kembali kedalam POP. Tak hanya itu, kasus POP tersebut juga membuat Budayawan tanah air, Sudjiwo Tedjo turut mencuit di akun twitter pribadinya memberikan pesan kepada Mendikbud. Sudjiwo Tedjo mengatakan bahwa sebaiknya Kemendikbud dibubarkan.

Baca juga: Usai Ditinggal Muhammadiyah dan NU, Mas Menteri Minta Maaf dan Berharap Agar Kembali Lagi ke Barisan

“Usul Pak Menteri, gimana kalau kemendikbud dibubarkan saja. Saya sedang merintis sekolah/kampus di suatu kota, yg program pertamanya bekerja, yang tidak bisa ngasilin duit kami DO, dan program pertama saat lulus adalah membakar ijazah. Jika emang hebat, mereka harus bisa hidup tanpa ijazah”. Tulis Budayawan yang dikenal dengan panggilan president jancukers itu, pada Kamis 30 Juli 2020.

Tulisan tersebut ia sandingkan dengan link berita yang mengabarkan bahwa Nadiem memberi usulan terkait sekolah negeri seharusnya untuk siswa ekonomi rendah.

Baca juga: Tragis! Suami Nekat Bunuh Istri Sendiri Saat Sedang Mabuk, ini Kronologisnya

Sudjiwo Tedjo juga menambahkan cuitan lainnya yang masih berkaitan dengan dunia pendidikan. Ia memberikan gambaran terkait Negara lain seperti Jepang, Korea, dan China hingga India yang mempertahankan identitas kenegaraannya meski sudah mengalami kemajuan teknologi.

Halaman:

Editor: Rizki Saputra


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X