Tumpahkan Rindu lewat Puisi akan Membuat Rindumu Sembuh Paripurna

- 29 Juni 2020, 15:06 WIB
Puisi

FIXJAMBI.COM - Dalam situasi yang sedang tidak baik baik saja seperti ini, tentu banyak yang sedang merasa diuji. Tak hanya mental, dan kondisi ekonomi saja yang teruji, bahkan sampai kepada perasaan. Beberapa pasang kekasih harus mengubur dalam-dalam keinginan mereka untuk saling bertemu melepas rindu yang sedang hangat-hangatnya.

Sejak Pandemi berkuasa, tak ada yang mampu melakukan apapun untuk melawannya selain menjaga jarak, menjaga stamina tubuh, dan menjaga perasaan satu sama lain. Tak ada gandengan tangan, tak ada momentum bagi pria untuk mengusap es krim di pojok bibir wanitanya, ataupun momen-momen kecil menatap senja bersama sambil bersenandung ayat-ayat cinta.

Banyak cara untuk mengobati rindu. Selain berbincang secara virtual, kita juga bisa menuangkannya lewat puisi. Sebab melalui tulisan, seseorang akan jauh merasa tenang saat menyampaikan perasaannya. Kejujuran melekat di dalamnya. Maka menulis puisi adalah salah satu cara yang efektif untuk menuangkan rasa rindu kepada orang terkasih. Eka Kurniawan dalam bukunya mengatakan, “Seperti hal nya dendam, rindu juga harus dibayar dengan Tuntas”.

Baca Juga : Pemkot Jambi Pilih Kampanyekan Bersepeda Guna Lawan Covid-19

Puisi ini bisa dijadikan contoh untuk menyampaikan rindu kepada seseorang yang sedang terhalang jarak dan waktu untuk bertemu. Semoga rindumu rinduku dan rindu kita semua terbayar dengan sempurna.

 

Sepotong Senja untuk Kekasih

Kau adalah udara yang menyejukkan
Sedang aku adalah napas yang sengal.
Kau adalah malam yang menidurkan
Sedang aku adalah raga yang pegal.
Kau adalah Pelukan yang menghangatkan
Sedang aku adalah duka yang kekal.
Suatu hari kau menjelma
Menjadi jingga yang merona.
Namun, ada yang berbeda.
Kau tak menemuiku (lagi)
Kau datang bersama tawa dan pergi bersama sepi
Meninggalkan waktu yang tiada habisnya
Juga aku, yang tiada henti hentinya merindu.

Mendalo, Juni 2020

Memang tidak menjamin rindu akan hilang saat kita menulis puisi dan mengirimkannya kepada seseorang yang kita inginkan. Setidaknya ini akan membuat perasaanmu lebih ringan dibanding kamu harus memendamnya seorang diri. Mulai sekarang, tulislah satu bait puisi untuknya. Selamat merayakan hari raya Rindu. *** (Dewi Pratiwi Sukma).

Halaman:

Editor: Rizki Saputra


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X