Heboh Kasus ‘Fetish’ Kain Jarik, Pelecehan Seksual Berkedok Riset Penelitian

- 30 Juli 2020, 16:49 WIB
Gilang terduga pelaku /

FIXJAMBI.COM – Baru-baru ini publik sedang geger mengenai kasus predator seksual yang merayu korban dengan menggunakan alasan riset penelitian sebagai tugas mahasiswa akhir. Hal ini yang memicu warganet asik mencuit di twitter.

Pelaku diduga seorang mahasiswa yang masih aktif kuliah jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga. Aksi Gilang, terduga pelaku dibongkar oleh para korban yang ramai mengunggah thread di twitter.

Korban bernama Fikri mengunggah thread sebuah Chat tentang kronologi sang pelaku meminta dirinya untuk membungkus dengan kain jarik persis seperti ‘pocong’.

Baca Juga: Trending! Warganet Mengecam Majelis Ulama Indonesia hingga Membuat Petisi, ini Penyebabnya

Mulanya sang korban sempet menolak karena dianggap aneh. Namun sang pelaku mengiba kepada Fikri dengan dalih penyakit vertigonya akan kambuh. Singkat cerita sang korban memenuhi permintaan pelaku dan mengirimkan gambar serta video kepada pelaku.

Tindakan ini acapkali dilakukan oleh pelaku kepada setiap laki-laki yang ia temui di media sosial seperti instagram, bahkan merambah kepada YouTube. Dalih yang selalu digunakan pelaku adalah modus penelitian tugas akhir. Menurut thread yang beredar di twitter, korban tak hanya mahasiswa namun hingga kepada anak-anak SMA.

Masih melekat dalam ingatan mengenai kasus Reynhard kini bermunculan kasus penyimpangan seksual ‘Fetish’ yang memakan korban dengan jumlah yang tidak sedikit. Hingga waktu ini kasus Gilang masih trending di twitter dan mencapai 91,4 ribu tweet.

Baca Juga: Viral! Beredar Video Pria Lontarkan Ucapan 'Perempuan Harus Tinggal di Rumah', Dicari Pemerintah

Namun, belum ada klarifikasi apapun dari pelaku bernama Gilang terkait namanya yang terbawa dalam kasus penyimpangan seksual ‘Fetish’ kain jarik. Warganet pun ramai memberikan sumpah serapah kepada Gilang. Karena melihat tindakan Gilang yang sangat tidak terpuji tersebut.***

Editor: Rizki Saputra


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X